Sabtu, 05 September 2009

HOLONG Mar NATUA-NATUA ( Sayang sama Orang Tua )



HOLONG Mar NATUA-NATUA ( Sayang sama Orang Tua )
Ini Pengalaman Hidup ku, sewaktu Saya berumur 29 tahun ( sa,at itu sudah di karunai Anak 2 orang dan 2 tahun berikut nya lahir lah Anak si Ampudan ( Bontot ).
Sa'at itu, Amang ( Bapak ku ) masih Hidup, tetapi Inang ( Ibu ku ) sudah duluan ( Wafat ), jadi Artinya Ibu ku belum pernah merasakan Bagaimana Enaknya Hasil pencaharian ( Duit ) dari Anak nya, Inilah perasaan yg sampai sekarang belum bisa Aku penuhi utk melengkapi LINGKARAN ( 360 derajat ) Kebutuhan Hidupku.
Sa’at Itu Bapak ku ( Natua2 i ) tinggal bersama KAMI di Pekanbaru, Aku merasa Gembira masih bisa membuat Natua2 i merasakan sedikit dari hasil jerih Payah ku.
Cerita nya begini :
Kalau Aku pulang kerja, Natua2 i menunggu Saya dgn menjaga / menggendong Pahompu nya. Lama kelama an saya bertanya dalam Hati, Apakah Natua2 ku ini tidak bosan tinggal dengan KAMI? Karena Hidup nya Monotone hanya mengikuti KEBIASAAN2 yg berlaku setiap hari di Rumah KAMI a Anak nya, tanpa Mengingat atau Memperdulikan KEBIASAAN nya dahulu?
Aku mencoba mengajak / mebawa Natua2 ku ini makan Mie, Babi Kecap di Rumah Makan GELAS MAS di Pasar Bawah( Dulu inilah Rumah Makan Favorit Orang Cina & Batak) di Pekan Baru, dengan Kantong Pas2 an. Memang Hidangan itu di makan nya, tetapi Aku bisa lihat, Beliau tidak seberapa Puas dengan apa yg Kami Makan. Memang sewaktu Saya Tanya, bagaimana Rasanya, Amang menjawab “ TABO “ do ( enak ) ?, tetapi Aku sebagai Anak nya dapat merasakan bahwa beliau tak begitu puas, tetapi belum seperti apa yg di hatinya ( Mudar do na mangkatai, alana Mudar Na do na turun / mengalir tu Ahu ).
Lama Juga Saya mengenang, Apa2 dulu KESUKAAN orang Tua ini, baru Aku ingat bahwa Beliau kerjanya dahulu Jual Beli Hewan ( Kerbau , Sapi dan Kuda ) di Sidikalang, berarti Beliau menginginkan Makan Daging setiap hari. Toh Juga Aku Lihat, Bapak ku itu belum begitu Puas. Semakin Saya mengingat Kebiasaan nya atau Apa yg di sukai Natua2ku, semakin teringat, Bahwa Beliau SUKA MINUM TUAK, pada hal Saya sendiri TIDAK SUKA minum Tuak.
Dekat Rumah atau tidak seberapa Jauh dari Rumah, Dahulu ada Kedai TUAK di Jl Hang Tuah Pekanbaru, Kedai milik Marga Sianipar, sepulang kerja ,Saya antar Natua2 i kesana naik Kereta TRAIL ku utk Minum TUAK, dan Saya Tanya Jam berapa di jemput balik, katanya sekitar 1 s/d 1 ½ jam an lah.
Sa’at nya tiba, Aku Jemput Natua2 i dari Kedai Tuak, dan sesudah Sampai di Rumah, Aku Tanya mengenai PERASAAN nya, Beliau Merasa GEMBIRA dan PUAS sekali, karena Beliau dapat merasakan / mencicipi Kebiasaan nya dan Kesukaan nya, dan yg paling membuat Beliau merasa Senang dan Gembira, Beliau BISA ketemu dengan KELUARGA HALAK HITA BATAK, berceritra dari mana asalnya, marga apa, Pengalaman2 masa lalu dohot angka na asing mengenai Paradat on, juga yg lain2.
Setiap sore hari, Aku antar Orangtuaku itu ke Kedai Tuak SIANIPAR ini,Bapakku Ceritra bahwa begitu banyak Beliau Kenal, dan disebut semua Namanya, Tutur nya, Kampung nya, Marga Nya, dll sampai2 AKU Merasakan KALAH jika di banding dgn BELIAU mengenai DAYA INGAT nya atas SEMUA apa yg Beliau Ceritrakan. Ini Memotivasi Saya, Berarti harus bisa Saya seperti Beliau utk MENGINGAT.

Kenangan ITU hanya tinggal KENANGAN, karena BAPAK ku tercinta sudah MENGHADAP / DIPANGGIL TUHAN tahun 1982 sebelum Anak ku si AMPUDAN lahir tahun 1983, dan BELUM SEMPAT banyak Merasakan hasil Jerih Payah ku.
Kami di karunai Anak 3 Orang, AGUSTINA, CHANDRA dan LARRYVO , Hela RAMSES TAMBA dan baru satu orang Pahompu si SEBIRA yg begitu KAMI Sayangi dan MEREKA juga Menyayangi KAMI, Mudah2 an Anak Kami LAKI2 / Lajang cepat dapat Jodoh dan dikarunai Anak, supaya semakin lengkaplah REZEKI / PASU2 dari TUHAN melalui sude NATUA2 nami. DAN Mereka ( Anak2 Kami ), KAMI harapkan juga MENGERTI akan PERASAAN Technical KNOW & HOW to OCCUPY, about What their Parents’ NEEDS / DEMANDS.
Dari Pengalaman ini, ada yg di PESANKAN dari segi MARKETING TECHNIQUES / Teknik Pemasaran, bahwa HOLONG MARNATUA2 itu, mengajarkan KITA utk Mengetahui :
Memuaskan CONSUMERS ( Pembeli,Teman, Orang Tua, Famili dll ), apakah itu di bidang PEREKONOMIAN / BISNIS, atau PERSAHABATAN, bukan tergantung dari BIAYA yg DIKELUARKAN , karena Biaya utk MINUM TUAK jauh LEBIH KECIL di bandingkan dengan Biaya MAKAN MIE dan BABI KECAP, Tetapi MARGINAL UTILITY nya JAUH LEBIH BESAR, yg perlu KITA tahu / MENGERTI akan KEBUTUHAN / KEBIASAAN CONSUMERS.

Sai Anggiat Ma SONANG HO AMANG & INANG di JOLO / LAMBUNG Ni TUHAN i, di SURGO HASONANGAN i

Pekanbaru 10 May 2009.
Drs Dewasa SITOHANG & Adelina Hutabarat ( Ompu Ni SEBIRA

0 komentar: